Rapat Pansus LKPJ Way Kanan Tertutup, Wartawan Diusir! Ada Apa yang Disembunyikan?
BLAMBANGAN UMPU — Beraninews.
Aroma ketertutupan menyelimuti rapat penting di lingkungan DPRD Kabupaten Way Kanan. Rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 yang digelar Rabu (1/4/2026) mendadak berubah menjadi forum “tertutup rapat”, bahkan wartawan diusir keluar ruangan.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, sejumlah jurnalis yang sudah berada di lokasi diminta angkat kaki saat rapat dimulai. Ironisnya, tidak ada penjelasan resmi, baik dari pimpinan rapat maupun pihak sekretariat DPRD, terkait alasan pengusiran tersebut.
Padahal, LKPJ adalah dokumen publik yang menjadi tolok ukur kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran. Di forum inilah seharusnya publik bisa mengetahui capaian, kegagalan, hingga penggunaan anggaran daerah. Namun yang terjadi justru sebaliknya—rapat digelar bak “pertemuan rahasia”.
Sikap tertutup ini langsung menuai sorotan. Banyak pihak mempertanyakan, apa yang sebenarnya sedang dibahas hingga harus ditutup rapat dari publik?
“Ini bukan rapat pribadi. Ini menyangkut kepentingan rakyat. Kalau ditutup tanpa alasan jelas, patut diduga ada yang ingin disembunyikan,” ujar salah satu sumber dengan nada geram.
Ketiadaan transparansi semakin mencurigakan. Tidak ada dasar hukum yang disampaikan, tidak ada pengumuman sebelumnya, dan tidak ada klarifikasi setelah wartawan diusir. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa rapat tersebut sengaja dijauhkan dari sorotan publik.
Lebih jauh, tindakan ini dinilai berpotensi melanggar prinsip keterbukaan informasi publik serta mencederai kebebasan pers. Di era keterbukaan, langkah seperti ini justru dianggap sebagai kemunduran dalam praktik demokrasi di daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pernyataan resmi dari DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Way Kanan terkait siapa yang memerintahkan penutupan rapat dan apa dasar hukumnya.
Publik kini menunggu jawaban. Sebab dalam pemerintahan yang sehat, tidak ada ruang untuk rapat “gelap” yang menyangkut kepentingan rakyat.
Jika memang tidak ada yang disembunyikan, lalu kenapa harus takut dibuka?... (**)

Posting Komentar