Bupati Way Kanan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Tegaskan Sinergi dan Gerak Cepat
WAY KANAN – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama Kapolres Way Kanan, AKBP Ramdhona dan Dandim 0427/WK, Letkol Arm Sigit Windarto, memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA), di Lapangan Mapolres Way Kanan, Jum’at (14/08/2026).
Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memastikan koordinasi, kesiapan personel, sarana prasarana, serta mekanisme respons dapat berjalan secara cepat dan terpadu.
Dalam arahannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mengantisipasi ancaman kekeringan dan Karhutla, terutama dengan kondisi geografis Kabupaten Way Kanan yang memiliki kawasan hutan cukup luas dan menjadi bagian penting dai kawasan penyangga ekosistem di Provinsi Lampung.
“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud nyata komitmen dan kesiapsiagaan kita bersama dalam menghadapi ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” Bupati Ayu.
Menurutnya, ancaman Kahutla dan kekeringan pelu mendapat perhatian serius karena apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terpadu dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, krisis air bersih, gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas perekonomian, hingga mengancam keselamatan masyarakat.
Karena itu, Bupati menekankan bahwa penanggulangan Karhutla dan kekeringan bukan hanya menjadi tangung jawab Pemerintah, TNI, Polri, mapun BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Penanggulangan Karhutla dan ancaman kekeringan tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran TNI, Polri, maupun BPBD semata, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Bupati Ayu selanjutnya menginstruksikan penguatan langkah antisipasi dan deteksi dini melalui pemetaan wilayah rawan, patroli terpadu, serta pemantauan titik api secara aktif. Upaya tersebut juga harus disertai edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha aga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Selain pencegahan Karhutla, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menggunakan air bersih secara bijak, mengingat potensi kekeringan dapat berdampak terhadap ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat.
Pada aspek kesiapsiagaan, Bupati meminta seluruh personel, peralatan, sarana dan prasarana pemadam, sistem komunikasi, hingga kelengkapan medis dipastikan dalam kondisi siap operasional sehingga dapat segera digerakkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Selama melaksanakan operasi pemadaman da penanganan darurat di lapangan, setiap petugas maupun relawan dituntut untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dengan berpoedoman teguh pada standar operasional prosedur keselamatan kerja yang berlaku,” lanjutnya.
Lebih lanjut Bupati Ayu menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi relawan, hingga masyarakat. Perangkat kampung, tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan juga didoong untuk berperan aktif dalam membangun jejaring pencegahan bencana berbasis komunitas.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi. Dengan deteksi dini dan pelaporan yang cepat, potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Di sisi lain, Bupati juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Penindakan harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sebagai pedoman langkah kita bersama, mari kita tanamkan prinsp: satu gerakan, satu koordinasi, dan satu komitmen, yaitu cegah sebelum terjadi, siaga sebelum membesar, dan bergerak cepat ketika bencana terjadi,” tegasnya.
Bupati Ayu turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda, instansi terkait, pihak swasta, serta para relawan yang selama ini telah memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah Kabupaten Way Kanan.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas karena lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Seluruh unsur diminta menjalankan peran masing-masing dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama seluruh unsur terkait meneguhkan komitmen untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons cepat menghadapi ancaman kekeringan dan Karhutla, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Way Kanan dapat terus terjaga.
(Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Way Kanan)
Foto: Humas Kominfo

Posting Komentar