News Admin
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua DPD PAN Way Kanan Siap Turun Gunung, Kawal Nasib Petani Tebu hingga ke Presiden

Ketua DPD PAN Way Kanan Siap Turun Gunung, Kawal Nasib Petani Tebu hingga ke Presiden

Way Kanan — Beraninews. 

Ketua DPD PAN Way Kanan, Dr. Resmen Kadapi, SH., MH., menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang menimpa ratusan petani tebu mandiri di wilayah Way Kanan dan sekitarnya. Ia menegaskan siap turun langsung mendampingi petani, bahkan hingga ke Jakarta, demi memperjuangkan nasib mereka yang kini terancam akibat tertundanya panen.

“Kami sangat prihatin. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Saya siap turun langsung mendampingi petani tebu Way Kanan dan mengawal persoalan ini sampai ke Jakarta jika memang tidak ada solusi dari pihak terkait di daerah,” tegas Resmen, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi bersama para petani untuk menyerap aspirasi secara langsung. Dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya akan menentukan langkah strategis, termasuk kemungkinan membawa persoalan ini ke tingkat nasional.

“Kita akan konsolidasi dulu dengan petani. Jika Kejati dan Gubernur tidak bisa memberikan jalan terbaik, maka PAN siap full mendampingi masyarakat untuk menghadap Presiden,” ujarnya.

Seperti diketahui, nasib petani tebu saat ini tengah dilanda ketidakpastian menyusul penundaan jadwal tebang dan giling oleh PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI). Penundaan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan hukum yang tengah dihadapi perusahaan.

Akibatnya, ratusan petani mengalami kerugian signifikan. Tebu yang seharusnya segera dipanen kini dibiarkan terlalu lama di lahan, sehingga berpotensi menurunkan kadar gula dan berdampak langsung pada anjloknya harga jual.

Kondisi ini memicu keresahan luas di kalangan petani. Mereka tidak hanya menghadapi ancaman kerugian ekonomi, tetapi juga ketidakpastian atas masa depan hasil panen yang telah mereka rawat selama berbulan-bulan.

Resmen menegaskan, negara tidak boleh abai terhadap kondisi ini. Ia meminta semua pihak, terutama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, segera memberikan solusi konkret agar petani tidak terus dirugikan.

“Jangan sampai petani jadi korban. Ini harus ada solusi cepat. Kalau tidak, kami akan bergerak lebih jauh untuk memperjuangkan hak-hak mereka,” tandasnya.

Situasi ini kini menjadi sorotan publik, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di daerah. Harapan besar pun kini tertuju pada langkah cepat pemerintah dan pihak terkait agar krisis yang dihadapi petani tebu tidak semakin meluas.(**) 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar